TB NETBible YUN-IBR Ref. Silang Nama Gambar Himne

  Boks Temuan

Yesaya 8:5-10

Konteks
Penyerbuan Asyur ke Yehuda
8:5 TUHAN melanjutkan lagi firman-Nya kepadaku: 8:6 "Oleh karena bangsa ini telah menolak y  air Syiloah 1  z  yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, a  8:7 sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air b  sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur c  dengan segala kemuliaannya; d  air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, e  8:8 serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap f  hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya g  yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel 2 ! h " 8:9 Ketahuilah, i  hai bangsa-bangsa, dan terkejutlah, j  perhatikanlah, ya segala pelosok bumi, berikatpingganglah, k  dan terkejutlah; berikatpingganglah dan terkejutlah! 8:10 Buatlah rancangan, tetapi akan gagal l  juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana m  juga, sebab Allah menyertai kami! n 
Seret untuk mengatur ukuranSeret untuk mengatur ukuran

[8:6]  1 Full Life : AIR SYILOAH.

Nas : Yes 8:6

"Air Syiloah" (dalam PB dikenal sebagai kolam Siloam; Yoh 9:7) mendapatkan air dari sebuah mata air yang mengalir dengan tenang dan menjadi sumber air bawah tanah Yerusalem ketika dikepung oleh pasukan asing. Air ini melambangkan pemerintahan Allah yang penuh kemurahan dan lembut melalui raja-raja wakil-Nya -- yaitu, keturunan Daud yang saleh. Karena Yehuda dan Yerusalem sedang menolak pemerintahan Allah yang baik ini, sebagai gantinya mereka akan mengalami "banjir yang meluap-luap" dari daerah Efrat, yaitu: banjir besar berupa serbuan pasukan Asyur (ayat Yes 8:7-10).

[8:8]  2 Full Life : YA IMANUEL.

Nas : Yes 8:8

Di tengah-tengah nubuat Yesaya, Roh nubuat menunjuk kepada suatu pengharapan untuk masa depan. Apa pun juga yang terjadi, orang yang setia kepada Allah tidak perlu takut, karena Imanuel ("Allah menyertai kita", bd. ayat Yes 8:10) menjadi jaminan bagi semua yang mengandalkan Dia. Dengan demikian "Imanuel" adalah semboyan kekal umat Allah sepanjang sejarah -- masa lalu, masa kini, dan masa depan (Mat 1:23).



TIP #07: Klik ikon untuk mendengarkan pasal yang sedang Anda tampilkan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA